Jam beker di sebelah telinga ku berbunyi.
“kriii….ing.. kriiiiii…..ng…”
Fajar mulai menampakan sinar nya. Saat nya aku bangun, mandi, dan sarapan untuk bergegas ke sekolah. Sepedaku sudah terpakir di halaman rumah untuk ku bawa ke sekolah.
“ ayah, ibu akuberangkat ke sekolah dulu, ya? Do’akan aku agar dimudahkan belajar nya.” Kata ku
“ iya,nak. Kami selalu mendoakan mu.” Kata ayah
“ iya, sayang. Ya sudah berangkat sana nanti kamu terlambat, sayang.” Sahut ibu
“ iya, bu.” Jawab ku
Di sepanjang jalan ke sekolah aku bertemu teman-teman sekolah ku. Mereka berangkat ke sekolah dengan berbagai cara. Ada yang naik angkot, ojek, motor, bahkan mobil pribadi. Tetapi, banyak juga yang mengendarai sepeda seperti ku.
Besepeda adalah wujud kecintaan ku terhadap lingkungan. Karena, aku tidak ingin merusak lingkungan dengan menambahkan polusi yang semakin meningkat. Tidak hanya peduli terhadap lingkungan, bersepeda juga sebagai ajang olahraga bagiku.
Tak terasa sebentar lagi aku akan tiba di sekolah. Aku tidak sabar betemu teman-teman ku yang super jail tapi asyik. Kata orang aku adalah siswa yang narsis, bawel, dan so pasti cerdas. Itulah aku, walaupun begitu aku tetap bangga denbga diriku dan selalu percaya diri.
Ketika sampai di sekolah pak satpam sudah bersiaga untuk menutup gerbang sekolah. Untung saja aku datang satu menit sebelum bel masuk. Ternyata, teman-teman sudah menunggu ku di lapangan sekolah untuk masuk kelas bersama-sama.
Setibanya di depan kelas, aku langsung menemui segerombolan cewek-cewek yang tukang gosip. Tema gossip mereka kali ini mengenai sea games. Karena aku tidak mau ketinggalan berita, aku pun ikut bergerombol.
“tet..tet..tet..” bell berbunyi tanda masuk kelas.
Mendengar bel berbunyi, aku segera menaruh task u di bangku. Ketika aku sedang menaruh tas, tiba-tiba di bawah kolong mejaku terdapat kotak kecil. Kotak itu kusam dan basah.
“ punya siapa ini?” Tanya ku
“ bukan punya ku !” jawab iha
“ kotak jelek ini punya siapa?” Tanya ku kembali
Anak-anak langsung mengerubungi kotak kecil itu.
“ ya udah buka aja !” kata andhik
“ jangan ! siapa tau isinya hal penting yang kita gak boleh tau !” bantah andin
Tetapi, anak-anak yang lain semakin penasaran.
“ yaelah, buka aja ngapa? Paling-paling isi nya barang gak guna?” sahut ayaw
“ iihh… jangan! Siapa tau isinya binatang menjijikan! “ sahut iin manja
Akhirnya, aku anka narsis dan so pasti cerdas mendapatkan ide cemerlang. Agar perdebatan selesai.
“ ok,guys! Kalo begitu kita buka aja kotak jelek ini.” Kata ku
“ iya, betul, betul. Bukan aja kotak nya.” Sahut anak-anak
“ semakin kita gak buka kotak ini, semakin penasaran kita, dan semakin berkhayal yang enggak-enggak apa isi kotak ini.” Jawab ku
‘‘ ya, udah kalo gitu gua aja yang buka kotak ini !” kata yudha yang sok gentle
“ ya udah nih buka.” Kata iha
“ awas, hati-hati, yud !” kata nisa
Selama proses membuka kotak itu anak-anak sambil berimajinasi isi dari kotak jelek itu.
“ ih, yudha lama banget sih!” keluh nf
“ iya, sabar ngapa. Semua butuh proses.” Jawab yudha sok bijak
Ternyata, setelah di buka, kotak itu berisi botol kecil.
“ botol apa nih?” kata yudha
“ botol nya aladin! Awas isi nya jin tomang!” sahut oji asal
“ coba liat dong, yud!” kata ku sambil mengambil kotak kecil itu
Botol itu berisikan cairan seperti lendir tetapi jernih. Satu persatu anak melihat isi botol itu. Karena penasaran, aku mengoleskan minyak itu ke kulit ku. Sebelumnya, ku piker ini hanya minyak biasa, ternyata ini minyak luar biasa.
“ waw, fantastic. Sumpah ! ini serius, panas dan perih.” Kata ku
Akhirnya, minyak ajaib itu meramabah ke teman-teman ku yang lain. Semuaya merasakan apa yang aku rasakan.
“ auu.. panas!” kata temanku
“ aduh! Panas!” sahut yang lain
Kami pun menggunakan air sebagai media untuk mengurai rasa panas dan perih dari minyak itu. Dan ternyata berhasil. Minyak itu adalah minyak ajaib. Karena, dapat membuat kulit menjadi panas, perih, melepuh, bahkan dapat membuat kain menjadi bolong. Karena minyak itu bebahaya, andhik mengakui atas perbuatannya. Andhik mengaku kalau dialah yang menjebak kami semua dengan minyak ajaib itu.
“ temen-temen, maaf ya. Sebenernya yang naro minyak itu gua, untuk menjebak kalian! “ kata adhik dengan raut wajab bersalah
“ apa?” sahut nf
“ andii…kaaa…aaa…..! awas!” kata ku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar